MATERI MODUL
POKOK BAHASAN 1
PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR
1.1
TUJUAN
Setelah
menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :
·
Memahami pengoperasian gerbang logikadasar
·
Merancang dasar-dasar rangkaian logika
·
Menjalankan modul rangkaian logika
·
Menerapkan gerbang-gerbang dasar dalam bentuk Rangkaian
terintegrasi
1.2
ALAT DAN
BAHAN
·
Komputer / Laptop
·
Digital Work
1.3 PEMBAHASAN
Tampilan Digital Works
Dalam
lembar kerja diatas terdapat 6 point penting toolbar yang akan dijelaskan dalam
gambar berikut :
1.
Gerbang
AND
Gerbang AND memerlukan
2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output).
Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan
(Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika
salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan
sebagai Z = A*B atau Z=AB (tanpa symbol)
| Simbol Gerbang AND | |
2.
Gerbang
OR
Gerbang OR memerlukan 2
atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output).
Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan
(Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika
0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.Rangkaian OR dinyatakan sebagaiZ = A + B.
Simbol
Gerbang OR
3. Gerbang NOT (Inverter)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z = A
Simbol
Gerbang NOT
Arti NAND adalah NOT AND atau
BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT
yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND
akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1
dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan
Keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z = A*B.
Simbol
Gerbang NAND

5.
Gerbang
NOR (NOT OR)
Simbol
Gerbang NOR
6. Gerbang X-OR (Exclusive OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang
terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR
akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya
(Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai
Logika Inputnya sama, maka akan memberikan
hasil Keluaran Logika 0. Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai Z = (A*B) + (A*B) =
A + B
Simbol
Gerbang X-OR

7.
Gerbang
X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti Gerbang X-OR, Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR). Rangkaian X-NOR dinyatakan sebagai Z = (A + B) = AB
Simbol
Gerbang X-NOR

POKOK BAHASAN II
PENYEDERHANAAN
RANGKAIAN LOGIKA
(
MENGGUNAKAN METODE K-MAP)
2.1 TUJUAN:
SetelahmenyelesaikanpercobaaniniMahasiswadiharapkanmampu
:
·
Membuat
sebuah rangkaian logika sederhana melalui persamaan Boolean dantabelkebenaran
yang diketahui.
·
Menggunakan
K-map untuk memecahkan persoalan desain rangkaian logikasederhana.
2.2 ALAT
DAN BAHAN
· Komputer / Laptop
· Digital Work
2.3 DASAR TEORI
Peta
Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat
digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak
enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan
logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam
variable disarankan menggunakan program computer.
Peta merupakan gambar suatu daerah.
Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table
kebenaran. Penggambaran daerah pada peta karnaugh harus mencakup semua logika.
Daerah pada Peta Karnaugh dapat tamping tindih antara satu kombinasi variable
dengan kombinasi variable yang lain.
2.4 PEMBAHASAN
2.4.1
K-Map 2 Variabel

Pada K-Map 2
variabel, variabel yang digunakan yaitu 2. Misalnya variabel A & B.
Catatan :
-
Untuk
setiap variabel yang memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 0.
-
Untuk
setiap variabel yang tidak memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 1.
Contoh : A' (ditulis 0), B (ditulis 1)
Contoh : A' (ditulis 0), B (ditulis 1)
Desain/model pemetaan K-Map 2 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :

Dalam menentukan hasil pemetaan,
ambil daerah yang
berbentuk seperti berikut :

Contoh soal :
Sederhanakan
persamaan logika berikut dengan K-Map : y = A'B' + AB'

2.4.2
K-Map 3 Variabel


Pada KMap 3
variabel, variabel yang digunakan yaitu 3. Misalnya variabel A, B & C.
Desain pemetaan
K-Map 3 variabel dapat dibentuk dengan 4 cara seperti pada Gambar dibawah
ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model
2 seperti berikut :

Contoh soal :
Sederhanakan
persamaan logika berikut dengan K-Map :
y = ABC' + ABC
+ AB'C + AB'C'

POKOK
BAHASAN III
MULTILEVEL NAND DAN NOR
2.2 TUJUAN:
Setelah menyelesaikan percobaan
iniMahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengerti
cara meng-implementasikan teorema de Morgan kebentuk NAND dan NOR
2. Membuat
rangkaian pengganti AND, OR, NOT ke NAND dan NOR dengan persamaan de Morgan
3. Merubah
rangkaian AND, OR, NOT menjadi NAND atau NOR saja secara langsung
2.3
ALAT DAN
BAHAN
·
Komputer / Laptop
·
Digital Work
2.5 DASAR TEORI
Gerbang
NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan
jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang
dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya :dengan mengimplementasikan
gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input
sampai kesisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah
rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang
terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih
mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang
digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang
digunakan).
Adapun cara
melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:
1. Melalui peneyelesaian persamaan
logika/Boolean
2. Langsung menggunakan gambar pada nand
2.6 PEMBAHASAN
2.4.3
NAND
Diketahui
sebuah persamaan logika sebagai berikut:
Selesaikan persamaan tersebut hanya
dengan gerbang NAND saja.
Jawab:
Kalau
persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat
rangkaian seperti berikut:
Pada
gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri dari satu buah gerbang
NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. Ini artinya kita harus
membeli tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak semua gerbang yang
ada dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya adalah kita sudah
melakukan pemubaziran (membuang sia-sia) gerbang lainnya, padahal kita sudah
beli dan banyak memakan tempat. Setelah penyederhanaan dengan menggunakan
persamaan logika di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan
gerbang NAND saja yang kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut:
Dengan
cara di atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk mebangun sebuah
rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan
tempat.
2.4.4
NOR
Selesaikanlah
persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang NOR saja.
Jawab:
Rangkaian
asalnya adalah:
Sedangakan
rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja adalah sebagai berikut.
Dari
gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita
tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir
atau terbuang).

2.4.5
K-Map 4 Variabel

Pada KMap 4
variabel, variabel yang digunakan. Misalnya variabel A, B, C & D.
Desain pemetaan
K-Map 4 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah
ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model
2 seperti berikut :

Contoh soal :
Sederhanakan
persamaan logika berikut dengan K-Map :
y = ABC'D' + ABC'D + ABCD +
ABCD' + AB'CD + AB'CD'


POKOK
BAHASAN IV
RANGKAIAN
ARITMATIKA DIGITAL
4.1 TUJUAN
Setelah
menyelesaikan percobaan ini Mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Memahami cara
kerja rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan Buol
subtractor
2.
Membuat
rangkaian half adder dan full adder serta half subtractor dan Buol subtracter
dari rangkaian kombinasi gerbang logika dasar
3.
Memahami
perbedaan Carry in dengan Carry out terhadap Full Adder serta pengaruh yang di
timbulkannya.
4.2 ALAT DAN BAHAN
• Komputer
I Laptop
• Digital
Works
4.3 PEMBAHASAN
4.3.1 Adder
Rangkaian
Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk
menjumlahkan dua buah angka (daJam sistem bilangan biner), sementara itu di
dalam komputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU
(Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder
adalah
• Sistem bilangan biner (memiliki
base/radix 2)
• Sistem bilangan oktal (memiliki
base/radix 8)
• Sistem bilangan Desimal (memiliki
base/radix 10)
• Sistem bilangan Hexadesimal (memiliki
base/radix 16)
Namun,
diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan
biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem
bilangan complement. BCD (binary-coded decimal).
a. Half Adder
Half adder adalah suatu rangkaian penjumlah system
bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk
operasi penjumlahan data bilangan biner sampai I bit saja. Rangkaian half adder
mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu Summary out (Sum) dan Carry out
(Carry).
Rangkaian
ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan
AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing
hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1. Jika A=O dan 8=0 dijumlahkan, hasilnya
S (Sum)= 0.
2. Jika A=O dan 8=1 dijumlahkan, hasilnya
S (Sum)= I.
3. Jika A=I dan B=O dijumlahkan, hasilnya
S (Sum)= I.
4. Jika A=I dan 8=1
dijumlahkan, hasilnya S (Sum)= 0.
Dengan
nilai pindahan Cout (Carry Out)= I.
Dengan
demikian, half adder mern.iliki dua masukan (Adan 8), dan dua keluaran (S dan
Cout).
b. Full Adder
Rangkaian
Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half Adder, tetapi mampu menampung
bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3:
A, 8 dan Cin, sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai
untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya. Berikut merupakan simbol
dari Full Adder.
A
B

s
Rangkaian
Full Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half adder. Rangkaian ini
dapat digunakan untuk penjumlahan sampai I bit. Jika ingin menjumlahkan lebih
dari I bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari
beberapa Full Adder.
4.3.2 Subtractor
Merupakan
Suatu Rangkaian Pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis-jenis rangkaian
Subtractor yaitu:
A. Half Subtractor
Rangkaian
half subtracter adalah rangkaian Subtracter yang paling sederhana. Pada
dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang
dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat
dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian
ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out (Bo). Rumus
dasar pengurangan pada biner yaitu:
1. 0 -0 = 0 Borrow O
2. 0 - I = I Borrow I
3. I -0 = 1 Borrow O
4. I - I = 0 Borrow O
B. Full Subtractor
Pada
Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow ln(Bin)
sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya
begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input
dan 2 output.
Berikut
merupakan symbol dari Full Subtractor
![]() |
Rangkaian
ini dapat digunakan untuk penjumlahan 1 sampai bit. Jika ingin menjumlahkan
lebih dari bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan
dari beberapa Full Subtractor.
POKOK
BAHASAN V
ENKODER
DAN DEKODER
5.1 TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini Mahasiswa diharapkan
mampu :
1.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder.
2.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder dalam bentuk IC.
5.2 ALAT DAN BAHAN
•
Digital
Works.
•
Komputer
I Laptop
5.3 PEMBAHASAN
5.3.1
ENKODER
·
Rangkaian
gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ini :

·
Sambungkan
terminal input dengan Interactive lnput dan terminal output dengan LED.
·
Jalankan
program.
·
Amati
dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
Input
|
Output
|
||||
0
|
1
|
2
|
3
|
Y1
|
Y2
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
5.3.2
DEKODER
1. Rangkaian gerbang logika 2 – 4
berikut ini :

2. Sambungkan terminal input dengan
Interactive lnput dan terminal output dengan LED.
3. Jalankan program.
4. Amati dan catat output terhadap
kombinasi keadaan input.
Input
|
Output
|
||||
A
|
B
|
Y1
|
Y2
|
Y3
|
Y4
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
POKOK
BAHASAN VI
MULTIPLEKSER
DAN DEMULTIPLEKSER
6.1 TUJUAN
Setelah menyelesaikan percobaan ini
Mahasiswa diharapkan mampu :
1.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder.
2.
Mengenal
rangkaian enkoder dan dekoder dalam bentuk IC.
6.2 ALAT DAN BAHAN
•
Digital
Works.
•
Komputer
/ Laptop
6.3 PEMBAHASAN
6.3.1 MULTIPLEKSER
1. Rangkailah gerbang logika Multiplekser 4 - I berikut ini:

2. Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED.
3. Jalankan program.
4. Amati dan carat output terhadap kombinasi
keadaan input.
Tabel Kebenaran
INPUT
|
OUTPUT
|
|||||
A0
|
A1
|
X0
|
X1
|
X2
|
X3
|
Y
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
6.3.2 DEMULTIPLEKSER
1.
Rangkailah gerbang logika dekoder I -4 berikut ini:

2. Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED.
3. Jalankan program.
4. Amati dan carat output terhadap kombinasi
keadaan input.
INPUT
|
OUTPUT
|
|||||
A0
|
A1
|
X0
|
X1
|
X2
|
X3
|
Y
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|





